A− A+

Fokus Jepara – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan dukungan penuh kepada Hizbullah dan mendesak Israel untuk menghentikan serangan ke Lebanon. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui saluran resmi, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran akan terus mendukung perjuangan Hizbullah melawan Israel.

Menurut Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, komunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini sangat sulit. Meskipun demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa keberadaan Mojtaba tetap menjadi fondasi penting bagi stabilitas Teheran di tengah krisis. Situasi ini terjadi seiring dengan sikap Mojtaba yang belum pernah muncul di hadapan publik sejak menggantikan posisi ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.

Baca juga:

Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dan badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan mengalami kesulitan melacak keberadaan Mojtaba Khamenei. Mojtaba disebut belum pernah tampil di hadapan publik maupun menyampaikan pidato melalui televisi, sehingga memicu pertanyaan mengenai lokasi dan kendalinya atas pemerintahan Iran. Laporan The Times menyebut CIA dan Mossad telah menjalankan operasi prioritas tinggi untuk menemukan keberadaan Mojtaba Khamenei.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, dilaporkan diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret, setelah ayahnya meninggal dunia. Seorang sumber intelijen Barat mengatakan, Mojtaba tidak meninggalkan jejak digital selama lima bulan terakhir. Mojtaba disebut menghindari penggunaan perangkat elektronik dan hanya berkomunikasi melalui pesan tulisan tangan yang dibawa kurir-kurir tepercaya yang memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Baca juga:

Kesimpulan dari situasi ini menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei tetap menjadi figur penting dalam politik Iran dan Timur Tengah, meskipun kesulitan komunikasi dan pelacakan keberadaannya. Dukungan penuhnya kepada Hizbullah dan desakan untuk menghentikan serangan ke Lebanon menunjukkan komitmennya terhadap perjuangan melawan Israel.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: