Sport

Sejarah Baru! 9 Pemain Samurai Biru Mentas di Liga Inggris 2026/2027, Zion Suzuki Buka Jalan Kiper Jepang di Premier League

Sejarah Baru! 9 Pemain Samurai Biru Mentas di Liga Inggris 2026/2027, Zion Suzuki Buka Jalan Kiper Jepang di Premier League
Sejarah Baru! 9 Pemain Samurai Biru Mentas di Liga Inggris 2026/2027, Zion Suzuki Buka Jalan Kiper Jepang di Premier League
Daftar Isi
  1. Jalan Zion Suzuki ke Aston Villa
  2. Gelombang Pemain Jepang di Bursa Transfer 2026
  3. Bukan Sekadar Sembilan Nama
A− A+

Fokus Surabaya – Sepak bola Jepang menorehkan babak baru dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Inggris. Pada musim 2026/2027, tercatat sembilan pemain asal Negeri Sakura menjalani karier di English Premier League (EPL), sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan buah dari kerja panjang pembinaan sepak bola Jepang yang kini menuai hasil di panggung paling kompetitif dunia.

Salah satu tonggak sejarah paling mencolok datang dari posisi penjaga gawang. Zion Suzuki resmi menjadi kiper Jepang pertama yang tampil di Premier League setelah bergabung dengan Aston Villa. Kiper berusia 24 tahun itu juga mencatatkan diri sebagai pemain asal Asia pertama yang mengenakan seragam The Villans.

Baca juga:

Jalan Zion Suzuki ke Aston Villa

Kepindahan Suzuki ke Villa Park menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya ia memperkuat Parma di Serie A Italia. Aston Villa mendatangkannya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Emiliano Martinez, yang hengkang ke Chelsea pada 30 Agustus 2026. Nilai transfer Suzuki dilaporkan berada di kisaran 30 juta euro, meski sejumlah laporan menyebut biaya kepindahannya bisa mencapai 35 juta euro. Ia diikat kontrak jangka panjang hingga 2031.

Debut Suzuki di Premier League langsung menghadirkan ujian berat. Ia tampil saat Aston Villa menghadapi Arsenal pada pekan kedua, Selasa (1/9/2026). Dalam laga itu, Villa harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-1. Gol Arsenal dicetak Bukayo Saka yang menyelesaikan peluang di depan gawang.

Meski gagal mencegah bola masuk, penampilan Suzuki secara keseluruhan cukup menjanjikan. Ia membuat penyelamatan penting ketika menggagalkan sundulan Declan Rice dari jarak dekat. Ia juga mampu menghentikan peluang Kai Havertz dalam situasi satu lawan satu, meski pemain Arsenal tersebut kemudian dinyatakan berada dalam posisi offside. Dalam distribusi bola, Suzuki mencatatkan akurasi umpan sebesar 68 persen. Hingga pertengahan September 2026, ia telah bermain lima kali dengan satu clean sheet dan kebobolan lima gol, mengenakan nomor punggung 1.

Menariknya, meski tumbuh besar di Jepang, Suzuki lahir di Amerika Serikat pada 21 Agustus 2002. Ibunya asli Jepang, sedangkan ayahnya berasal dari Ghana. Latar belakang multikultural itu tidak menghalanginya menjadi bagian penting proyek jangka panjang Aston Villa.

Gelombang Pemain Jepang di Bursa Transfer 2026

Kedatangan Suzuki bukan satu-satunya. Pada bursa transfer musim panas 2026, empat pemain Jepang tercatat bergabung dengan klub EPL, tiga di antaranya merupakan debutan. Berikut rangkumannya:

Baca juga:
Pemain Klub Baru Klub Asal Nilai Transfer
Hidemasa Morita Hull City Sporting CP Gratis
Daizen Maeda Ipswich Town Celtic 10 juta pound sterling
Zion Suzuki Aston Villa Parma 30 juta euro
Takehiro Tomiyasu Crystal Palace Tanpa klub (eks Ajax) Gratis

Hidemasa Morita menjadi pemain Jepang pertama yang datang pada bursa tersebut. Gelandang berusia 31 tahun itu bergabung dengan tim promosi Hull City pada 24 Juli 2026 secara gratis dari Sporting CP. Ia menerima kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan setahun dan mengenakan nomor punggung 5. Sayangnya, cedera membatasi kontribusinya. Dari enam pertandingan Hull hingga 17 September 2026, Morita baru bermain sekali di EPL dan sekali di Carabao Cup, serta diprediksi absen sekitar tiga pekan lagi.

Sehari berselang, Ipswich Town mengumumkan kedatangan Daizen Maeda dari Celtic. Winger berusia 28 tahun itu ditebus dengan harga 10 juta pound sterling, nilai yang terbilang tinggi mengingat kontraknya di Celtic tersisa setahun. Ipswich rela mengeluarkan dana besar demi menghindari nasib seperti musim 2024/2025, ketika mereka juga berstatus tim promosi dan terdegradasi. Selama memperkuat Celtic sejak 2022, Maeda mencetak 79 gol dan 38 asis dari 212 penampilan. Ia memakai nomor 38 dan terikat kontrak sampai 2029.

Nama terakhir yang melengkapi kuartet itu adalah Takehiro Tomiyasu. Bek serbabisa berusia 28 tahun tersebut bergabung secara gratis dengan Crystal Palace pada 7 Agustus 2026, setelah menjalani trial dalam sesi pramusim. Sebelumnya ia tanpa klub usai kontraknya di Ajax Amsterdam habis pada 30 Juni 2026. Berbeda dengan tiga nama lain, Tomiyasu sudah punya pengalaman di EPL. Ia tercatat sebagai aset Arsenal pada 2021-2025 sebelum mengalami cedera parah sepanjang 2024/2025 dan sepakat mengakhiri kerja sama lebih awal.

Bukan Sekadar Sembilan Nama

Keempat nama di atas mengikuti jejak Kaoru Mitoma, Wataru Endo, Ao Tanaka, dan Daichi Kamada, yang lebih dulu berkiprah di EPL sebelum musim panas 2025. Satu nama lagi melengkapi total sembilan pemain Jepang pada 2026/2027, yakni Tatsuhiro Sakamoto. Winger berusia 29 tahun itu merupakan debutan di EPL, tetapi bukan pilar baru karena datang bersama Coventry City yang berstatus tim promosi.

Gelombang ini turut membanggakan Timnas Jepang. Pelatih Hajime Moriyasu tengah menyiapkan skuad untuk Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Ia memanggil 31 pemain untuk empat pertandingan internasional kandang hingga awal Oktober, termasuk empat wajah baru: gelandang Southampton Kuryu Matsuki, penyerang Yokohama F. Marinos Kaina Tanimura, pemain serbabisa Sanfrecce Hiroshima Shuto Nakano, dan penyerang Westerlo Shunsuke Saito.

Baca juga:

Rangkaian laga itu dimulai melawan Uruguay di Sendai, lalu Venezuela di Hiroshima pada 28 September. Jepang kemudian mengikuti turnamen empat negara dengan menghadapi Ekuador di Yokohama pada 1 Oktober, sebelum melawan Panama atau Selandia Baru di Tokyo empat hari kemudian. Moriyasu juga kembali memasukkan Kodai Sano dan Ryunosuke Sato, yang sebelumnya absen dari skuad Piala Dunia.

Moriyasu menegaskan misi dari asosiasi sepak bola Jepang adalah memenangkan Piala Asia sekaligus mengembangkan sepak bola Jepang dalam jangka panjang. Ia menilai peluang juara akan lebih besar dengan melanjutkan tim yang ada daripada membubarkannya. Turnamen itu akan menjadi ajang terakhirnya sebelum posisi pelatih Jepang diambil alih Go Oiwa.

Dengan sembilan pemain di Premier League, Jepang membuktikan bahwa ekspor talenta mereka tidak lagi terbatas pada satu-dua nama. Kehadiran mereka di klub-klub besar maupun tim promosi memperlihatkan kedalaman kualitas sepak bola Jepang, sekaligus menjadi cermin bagi negara-negara Asia lain tentang pentingnya pembinaan berkelanjutan. Bagi Suzuki dan rekan-rekannya, musim 2026/2027 adalah panggung untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar catatan sejarah, melainkan awal dari era baru Samurai Biru di panggung sepak bola Inggris.

Mungkin Anda Suka