Fokus Jepara – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang menghadapi berbagai tantangan menjelang Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kepengurusan PBNU periode ini adalah yang paling gagal dibandingkan sebelumnya.
Hal ini disampaikan Cak Imin dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki organisasi adalah memastikan PBNU terbebas dari keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusan.
Tidak hanya itu, Cak Imin juga menyebutkan bahwa kepengurusan PBNU periode ini sangat gagal dalam menjalankan tugas-tugasnya. Menurutnya, 80% Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menginginkan perubahan total pada kepengurusan PBNU mendatang.
Gus Rijal, Katib Syuriyah PCNU Jombang 2017-2022, mengungkapkan bahwa banyak pertemuan informal perorangan para fungsionaris PWNU se-Indonesia menjelang Muktamar ke-35 NU digelar. Ia mengatakan bahwa banyak pihak yang menghendaki reformasi total PBNU.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menanggapi pernyataan Cak Imin. Gus Ipul menyatakan bahwa pilihan politik tetap diserahkan sepenuhnya kepada Nahdliyin sehingga arah dukungan tergantung pada kesadaran masing-masing.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan persiapan menjelang Muktamar Ke-35 NU. Meski jadwal pelaksanaan telah ditetapkan, hingga kini lokasi penyelenggaraan masih belum diputuskan. Penentuan lokasi menjadi salah satu agenda utama yang sedang disiapkan PBNU.
Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, kepengurusan PBNU periode ini memang menghadapi berbagai tantangan. Namun, penting untuk diingat bahwa kepengurusan PBNU harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Oleh karena itu, perlu adanya perubahan total pada kepengurusan PBNU mendatang. Dengan demikian, kepengurusan PBNU dapat kembali menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Tags: Cak Imin, PBNU, Muktamar Ke-35 NU, Gus Ipul, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
