A− A+

Fokus Jepara – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polri diwarnai dengan aksi protes dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang membawa simbol duka di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta.

Massa aksi yang terdiri dari sekitar 30 mahasiswa membawa keranda mayat berlapis kain hijau yang bertuliskan "Kepolisian Republik Indonesia" dan karangan bunga bernuansa hitam-kuning bertuliskan "Turut Berduka Cita Atas Matinya REFORMASI POLRI".

Baca juga:

Aksi tersebut tidak berjalan mulus hingga ke gerbang utama Mabes Polri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, karena dihadang oleh Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, dan personel kepolisian.

Menurut Kapolsek, mahasiswa dilarang melintas di Jalan Trunojoyo karena alasan keamanan dan ketertiban. Namun, mahasiswa tetap bersikeras untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 memamerkan capaian Polri sepanjang 2026, termasuk pemberantasan narkoba, judi online, dan kejahatan di sektor energi, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan pangan.

Baca juga:

Sementara itu, dua aksi unjuk rasa juga digelar di Jakarta pada Kamis (2/7/2026), yaitu aksi unjuk rasa dari Gerakan Ojol Indonesia Bersatu di kawasan Monas dan aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Polisi telah menyiagakan sebanyak 1.246 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran untuk mengamankan jalannya aksi.

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa aksi protes dari mahasiswa UI dan dua aksi unjuk rasa lainnya di Jakarta menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan politik di Indonesia.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.