News

Dino Patti Djalal Soroti Tantangan Eksekusi di Balik Target 100 GW PLTS

Dino Patti Djalal Soroti Tantangan Eksekusi di Balik Target 100 GW PLTS
Dino Patti Djalal Soroti Tantangan Eksekusi di Balik Target 100 GW PLTS
A− A+

Fokus Jepara – Pembukaan Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta Selatan membawa momen menarik. Ketua dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengenalkan diri sebagai mantan Wakil Menteri Luar Negeri selama tiga bulan. Ia menjabat sebagai Wamenlu pada periode 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014.

Dino Patti Djalal meminta pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian hutan di Papua. Pria yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri itu mengingatkan pemerintahan Prabowo Subianto biaya mahal yang harus dibayarkan jika deforestasi dibiarkan terjadi di Bumi Cendrawasih.

Baca juga:

Ia juga menggunakan forum INZS 2026 untuk menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt. Dino mengaku sudah berbicara dengan Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analis kebijakan, Dirgayuza Setiawan, proyek itu akan diresmikan Prabowo dalam dua pekan ke depan.

Program ini sangat penting lantaran salah satu contoh langkah untuk mengurangi emisi. Selain itu, juga bisa menambah pasokan listrik. Proyek percontohan pertama (PLTS) akan diresmikan dalam dua minggu ke depan.

Dino juga meminta pemerintah melindungi hutan Papua, gambut, dan mangrove, seraya memperingatkan deforestasi untuk food estate Wanam berisiko secara ekonomi, sosial, dan emisi. Ia ikut menyinggung capaian penting di era kepemimpinan Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo yang mengklaim deforestasi mengalami penurunan hingga 85 persen.

Baca juga:

Indonesia didorong menjadi pionir diplomasi iklim melalui G20, untuk mendorong kebijakan perubahan iklim meski Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Paris. Dino menegaskan bahwa pemerintah harus menjaga momentum ini dan melindungi hutan, kawasan gambut, dan hutan mangrove.

Proyek PLTS 100 gigawatt ini sangat penting dan harus segera dijalankan. Dino yakin Presiden Prabowo serius mengenai hal ini. Yuza baru saja menunjukkan ke Dino, proyek percontohan pertama (PLTS) akan diresmikan dalam dua minggu ke depan.

Indonesia berpeluang besar mencapai target PLTS 100 gigawatt dalam waktu tiga hingga empat tahun. Dino mencontohkan China yang berhasil membangun pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Baca juga:

Proyek ini harus segera terwujud meski sulit. Dino juga mengaku bersyukur dikenal sebagai Wamenlu tiga bulan. Gara-gara jabatan singkat itu, penjual di warung sering kali berempati ke dirinya.

Kesimpulan dari pernyataan Dino Patti Djalal adalah bahwa pemerintah harus menjaga kelestarian hutan di Papua, melindungi hutan mangrove dan kawasan hutan gambut, serta mendukung proyek PLTS 100 gigawatt untuk mengurangi emisi dan menambah pasokan listrik.

Mungkin Anda Suka