Fokus Jepara – Inflasi makanan dan minuman di Kabupaten Cilacap mengalami kenaikan sebesar 0,4% pada bulan April. Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan inflasi ini terjadi karena harga-harga komponen penyumbang inflasi minuman yang tidak beralkohol di Kabupaten Cilacap mencapai 0,4%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,03%.
Indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kabupaten Cilacap berada di level 117,66 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 117,19. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 1,15% (year on year/yoy).
Sementara itu, inflasi tahunan di Kabupaten Pasaman Barat pada April 2026 tercatat 2,12%. Angka ini tidak berubah dibandingkan inflasi tahunan bulan sebelumnya yang tercatat 2,12%. Secara historis, inflasi tahunan tertinggi Kabupaten Pasaman Barat pernah dicatat pada Jan 2026 sebesar 3,94%, sementara terendah pada Feb 2025 sebesar 1,43%.
Dari 11 kelompok pengeluaran, inflasi tahunan tertinggi terjadi di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (10,55%) dan terendah di kelompok makanan, minuman dan tembakau (-0,28%). Pendorong utama inflasi perawatan pribadi dan jasa lainnya di Kabupaten Pasaman Barat pada April 2026 antara lain: Perawatan pribadi lainnya 28,13% dan Perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,55%.
Di sisi lain, komponen yang menahan kenaikan kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain: Makanan, minuman dan tembakau (makanan) -1,45% dan Makanan, minuman dan tembakau (total) -0,28%. Sementara itu, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Cilacap telah mengalami pertumbuhan 0,56% (year to date/ytd).
Kabupaten Cilacap menempati urutan 56 dalam daftar inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi di Indonesia. Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau tertinggi pada April 2026: Kota Tanjung Pinang 8,41%, Kabupaten Toli Toli 7,79%, Tembilahan 5,81%, Kabupaten Kerinci 3,03%, Kota Tarakan 2,66%, Kabupaten Aceh Tengah 2,57%, Kota Mataram 2,3%, Kabupaten Bungo 1,72%, Kota Banjarmasin 1,51%, dan Kabupaten Karo 1,48%.
Kesimpulan, inflasi makanan dan minuman di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pasaman Barat mengalami kenaikan. Hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi gempa ekonomi ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
