News

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Bagi Negara yang Dukung AS Menggunakan Aset Teheran yang Dibekukan

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Bagi Negara yang Dukung AS Menggunakan Aset Teheran yang Dibekukan
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Bagi Negara yang Dukung AS Menggunakan Aset Teheran yang Dibekukan
A− A+

Fokus Jepara – Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz bagi negara maupun perusahaan yang mendukung langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggunakan aset Iran yang dibekukan sebagai dana kompensasi. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, dalam pernyataan yang dikutip televisi nasional IRIB.

Menurut Zolfaghari, penggunaan aset Iran untuk membayar ganti rugi tersebut melanggar hukum dan akan dibalas. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan kapal-kapal mereka melintasi Selat Hormuz jika perusahaan atau negara tersebut menerima pembayaran dari aset Iran yang dibekukan.

Baca juga:

Konflik antara AS dan Iran kembali memanas setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan AS di Yordania. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa serangan balasan merupakan respons yang tidak bisa dihindari.

Iran sebelumnya telah menandatangani memorandum perdamaian dengan AS untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli, yang kemudian direspons oleh pasukan Iran dengan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pada Minggu (12/7), Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan menyusul terjadinya saling serang antara pihak berkonflik. Keesokan harinya, Presiden Trump mengatakan AS akan menjadi “pelindung” Selat Hormuz, sembari mengumumkan dimulainya kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga:

Konflik antara AS dan Iran ini telah menyebabkan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Dengan ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, situasi ini dapat semakin memburuk dan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Selat Hormuz semakin memanas. Iran telah menembak jatuh beberapa drone AS yang melakukan pengintaian di wilayah tersebut. Sementara itu, AS telah mengirimkan beberapa kapal perang untuk melindungi kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Konflik ini juga telah mempengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak telah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir karena kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah.

Baca juga:

Untuk mengatasi konflik ini, diperlukan upaya diplomatik yang serius dari semua pihak yang terlibat. AS dan Iran perlu kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Selain itu, negara-negara lain di kawasan Timur Tengah juga perlu terlibat dalam upaya diplomatik ini untuk membantu mencari solusi yang damai dan stabil.

Mungkin Anda Suka