Fokus Jepara – Menjelang Idul Adha 2026, kebutuhan akan hewan kurban, khususnya sapi dan kambing, semakin meningkat. Hal ini mengharuskan peternak dan pemerintah untuk mempersiapkan pasokan hewan yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) di berbagai daerah pun bekerja keras memastikan semua hewan kurban dalam kondisi sehat.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengumumkan bahwa mereka telah memantau lebih dari 198.000 ekor sapi dan 103.000 ekor kambing yang akan didistribusikan di seluruh Indonesia. Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, memastikan bahwa semua hewan tersebut bebas dari penyakit berbahaya seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). “Kami ingin memastikan semua hewan calon kurban dipastikan aman dari penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir saat berkurban,” ujarnya.
Distribusi hewan kurban pada tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan sekitar 20.000 hingga 30.000 ekor lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas hewan kurban berasal dari daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Jawa. Pengawasan yang ketat dilakukan melalui pemetaan daerah asal ternak dan penelusuran riwayat kesehatan untuk memastikan tidak ada hewan yang terpapar penyakit.
Namun, tidak semua daerah mengalami kelancaran dalam penyediaan hewan kurban. Di Sleman, Yogyakarta, misalnya, pemerintah daerah mencatat kekurangan 5.381 ekor sapi menjelang Idul Adha. Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andrianto, mengatakan bahwa kebutuhan hewan kurban di wilayah tersebut cukup tinggi, mencapai 9.235 ekor sapi, 3.050 kambing, dan 15.750 domba. Untuk memenuhi kekurangan ini, pasokan hewan kurban didatangkan dari luar daerah. Rofiq menjelaskan bahwa pedagang sering menunda pasokan hewan untuk mengurangi risiko kerugian akibat PMK.
Di Kuningan, Jawa Barat, Diskanak juga telah menyiapkan 10.000 kalung sehat untuk hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan kesehatan. Kalung ini berfungsi sebagai penanda bahwa hewan tersebut layak untuk dikurbankan. Kepala Diskanak Kuningan, A. Taufik Rohman, menegaskan pentingnya memastikan kondisi fisik hewan agar tidak cacat dan dalam keadaan sehat.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan peternak, diharapkan semua masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang dan aman. Peningkatan kualitas hewan kurban serta pengawasan kesehatan yang ketat menjadi kunci untuk menciptakan rasa nyaman bagi umat Islam yang ingin berkurban.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
