News

Presiden Prabowo Panggil Kapolri Sebelum HUT Bhayangkara 2026, Bahas Situasi Kamtibmas dan Kesiapan Hari Bhayangkara

Presiden Prabowo Panggil Kapolri Sebelum HUT Bhayangkara 2026, Bahas Situasi Kamtibmas dan Kesiapan Hari Bhayangkara
Presiden Prabowo Panggil Kapolri Sebelum HUT Bhayangkara 2026, Bahas Situasi Kamtibmas dan Kesiapan Hari Bhayangkara
A− A+

Fokus Jepara – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka pada Kamis, 25 Juni 2026. Pemanggilan itu dilakukan berdekatan dengan puncak HUT Bhayangkara 2026. Selain Listyo, di dalam rapat itu turut hadir Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Dalam pertemuan itu, Kapolri melaporkan perkembangan terkini mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Laporan tersebut mencakup kondisi kamtibmas nasional dan berbagai langkah yang terus dilakukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung kelancaran agenda pembangunan nasional.

Baca juga:

Dalam pertemuan itu, Listyo juga menyampaikan kesiapan jajaran kepolisian yang akan menghelat rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Berbagai kegiatan bakti sosial dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia telah dipersiapkan untuk memperingati momentum pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, sekaligus memperkuat kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat.

HUT ke-80 kepolisian akan diperingati dengan berbagai program kemanusiaan seperti kegiatan bedah rumah, bakti religi, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Panitia HUT ke-80 Bhayangkara, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya sudah menyalurkan 500 paket bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Kemayoran, Gempol, Kebon Kosong, Jakarta.

Tema untuk HUT ke-80 kepolisian yakni "Polri untuk Masyarakat". Ia berharap di usia yang ke-80 tahun, kepolisian semakin dicintai oleh masyarakat. "Semoga dengan bakti Bhayangkara yang ke-80, mohon doa restu semoga Polri semakin dicintai oleh masyarakat, Polri selalu dekat dengan masyarakat dan tentunya Polri akan lebih profesional untuk melaksanakan tugas-tugas ke depan," ungkap Agus.

Baca juga:

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku mengetahui pihak yang membayar massa untuk melakukan demonstrasi terkait isu harga BBM dan program Makan Bergizi Gratis. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan informasi yang diterima Presiden akurat dan menyebut akan ada langkah hukum lanjutan terkait hal tersebut.

Prabowo mengajak masyarakat tetap kompak mendukung pemerintah meski ada kekurangan, serta menilai sebagian peserta demo tidak memahami tuntutan karena hanya dibayar. "Gue kenal semua itu saudara-saudara, mereka gak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti, hati-hati lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," ujar Prabowo.

Kesimpulan dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Kapolri dan peringatan HUT Bhayangkara 2026 adalah upaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dengan kehadiran Polri di tengah-tengah mereka.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka