A− A+

Fokus Jepara – Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan lebih dulu difokuskan bagi pondok pesantren, sekolah berbasis agama, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah menyiapkan pelaksanaan MBG dalam dua tahap. Pada tahap awal, sasaran utama program adalah kawasan 3T dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Menurut Zulhas, pemerintah juga tengah merancang mekanisme khusus agar pondok pesantren tidak perlu membangun dapur baru untuk mendukung program MBG. Fasilitas dapur yang telah tersedia di lingkungan pesantren maupun sekolah berbasis Islam akan dimanfaatkan agar pelaksanaan program dapat berlangsung lebih cepat.

Baca juga:

Langkah tersebut sekaligus menghindari kebutuhan membangun dapur baru yang justru memberi keuntungan kepada pihak lain. Pemerintah hanya akan memastikan proses pengawasan berjalan baik agar makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan kualitas.

Dalam pelaksanaannya, program MBG diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di wilayah 3T dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Baca juga:

Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal gizi. Dengan memprioritaskan program ini bagi pondok pesantren, sekolah berbasis agama, dan wilayah 3T, pemerintah berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: