Fokus Jepara – Di era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) telah menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan. Dari asisten virtual hingga sistem keamanan siber, AI telah membuktikan dirinya sebagai alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang. Namun, seperti dengan semua teknologi, ada juga risiko dan tantangan yang harus dihadapi.
Baru-baru ini, Screwfix, sebuah perusahaan yang menyediakan alat-alat untuk pekerja konstruksi, mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan acara pop-up di Airdrie untuk membantu pekerja konstruksi memahami dan menggunakan AI dalam pekerjaan mereka. Acara ini akan menampilkan beberapa contoh penggunaan AI dalam konstruksi, seperti menggunakan AI untuk mengubah sketsa menjadi render 3D dan mengubah catatan tangan menjadi proposal klien.
Sementara itu, Chili’s, sebuah rantai restoran, telah membuat keputusan yang menarik dengan tidak terburu-buru mengadopsi AI dalam operasionalnya. Menurut Chris Caldwell, chief information officer di Brinker International, pemilik Chili’s, perusahaan lebih fokus pada memperbaiki teknologi yang sudah ada daripada terburu-buru mengadopsi AI. Keputusan ini dianggap sebagai keputusan yang bijak, karena Chili’s telah dapat mempertahankan fokus pada kualitas pelayanan dan makanan.
Namun, tidak semua berita tentang AI berhubungan dengan penggunaan yang positif. Baru-baru ini, seorang pria di Baltimore dituduh menggunakan AI untuk membuat deepfake yang menyerupai principal sekolah dengan tujuan untuk memfitnah. Kasus ini menunjukkan bahaya potensial dari AI jika digunakan dengan tidak bertanggung jawab.
Di sisi lain, OpenAI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang AI, telah menjadi sorotan karena keamanan data penggunanya. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah meminta OpenAI untuk memberikan penjelasan tentang keamanan data penggunanya setelah terjadi pelanggaran keamanan yang melibatkan model AI experimental.
Oleh karena itu, penting untuk memahami potensi AI dan bagaimana menggunakannya dengan bijak. Dengan memahami manfaat dan risiko AI, kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup dan meminimalkan dampak negatifnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
