A− A+

Fokus Jepara – Hari Raya Idul Adha menjadi momen yang sangat dinanti oleh umat Islam, tidak hanya sebagai waktu untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan makna pengorbanan. Menjelang hari suci ini, terdapat berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, khususnya pada malam takbiran dan hari-hari sebelumnya.

Malam takbiran Idul Adha, yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan ibadah dengan melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil. Kementerian Agama Indonesia menetapkan bahwa malam takbiran akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, menjelang salat Idul Adha yang berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026. Umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir mulai terbenamnya matahari hingga sebelum salat Idul Adha, yang terbagi menjadi dua jenis: takbir mutlak dan takbir muqqayad.

Baca juga:

Takbir mutlak dapat dilafalkan kapan saja, sementara takbir muqqayad dibaca setelah salat fardu. Dalam melaksanakan takbiran, umat diajak untuk bersyukur sekaligus memperbanyak doa, karena malam ini dipandang sebagai salah satu dari lima malam yang doa-doanya berpotensi dikabulkan.

Selain itu, ada dua puasa sunnah yang memiliki keutamaan istimewa sebelum Idul Adha, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Keutamaan dari kedua puasa ini sangat besar, di antaranya diampuni dosa setahun yang lalu dan yang akan datang. Hal ini membuat puasa ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Satu lagi amalan sunnah yang sering menjadi perbincangan adalah anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut bagi mereka yang hendak berkurban, sejak 1 Dzulhijjah hingga selesai penyembelihan hewan kurban. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum ini, banyak yang menganggapnya sebagai sunah yang baik untuk dijalankan. Hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar anjuran ini menegaskan pentingnya menghormati proses berkurban.

Baca juga:

Dalam khutbah Jumat menjelang Idul Adha, para khatib diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada jamaah tentang makna pengorbanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Hal ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat hubungan antar sesama, serta memperbaiki diri sebelum merayakan Idul Adha.

Dengan melakukan amalan-amalan sunnah ini, umat Islam diharapkan dapat meraih berkah dan keutamaan yang lebih besar dalam menjalankan ibadah di Hari Raya Idul Adha. Mari sambut hari yang penuh berkah ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: