Daftar Isi
Fokus Surabaya – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti dinamika politik dalam negeri yang ia nilai penuh dengan upaya penggembosan terhadap kebijakan pemerintah. Dalam program bertajuk “Prabowo Menjawab”, Kepala Negara menegaskan bahwa pihak-pihak yang merasa Indonesia dalam kondisi suram dipersilakan untuk mencari negara lain jika memang tidak nyaman dengan arah pembangunan yang sedang berjalan.
Pernyataan tegas itu muncul ketika Prabowo merespons pertanyaan jurnalis dan petinggi media mengenai penegakan hukum terhadap praktik culas di sektor ekspor, terutama laporan palu atau under invoicing yang telah berlangsung puluhan tahun. Prabowo menyadari bahwa langkah tegasnya berpotensi menimbulkan risiko, namun sebagai kepala negara ia menilai keberanian mengambil kebijakan harus tetap diutamakan sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat.
Waspadai Propaganda dan Upaya Memecah Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menduga bahwa kerusuhan dan berbagai propaganda yang beredar merupakan salah satu cara untuk menghadang Indonesia. Menurutnya, ada pihak yang sengaja menebar ketidakpercayaan melalui media sosial dengan tujuan melemahkan negara.
“Cara mereka sekarang untuk menghadang Indonesia yang saya lihat, ya tinggal itu: bikin kerusuhan, main di sosmed, timbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya,” ujar Prabowo.
Ia juga menyoroti teori propaganda yang menyebutkan bahwa kebohongan yang diulang-ulang terus-menerus akan dipercaya oleh masyarakat yang tidak memiliki akses informasi memadai. Menurut Prabowo, inilah tantangan yang sedang dihadapi bangsa saat ini. Ia pun tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing yang bertujuan memecah belah bangsa demi kepentingan geopolitik mereka, meskipun untuk membuktikan hal itu tentu diperlukan pembuktian yang kuat.
Prabowo menggambarkan teknologi terkini sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi teknologi berperan penting dalam mendorong digitalisasi, tetapi di sisi lain juga mempercepat penyebaran hoaks dan berita palsu. Ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih memiliki tekad dan keberanian dalam melawan praktik-praktik haram yang merugikan negara.
Teguh pada Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Di tengah tekanan global yang semakin kompleks, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia membuka ruang persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara, namun tidak ingin ikut bergabung dengan blok atau kekuatan tertentu.
“Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo.
Prinsip tersebut, lanjutnya, menjadi alasan dirinya memenuhi undangan dari berbagai negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah. Prabowo menegaskan kunjungan-kunjungan itu bukan bentuk keberpihakan kepada satu kekuatan tertentu, melainkan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting di dunia.
Ia menyebut Rusia sebagai salah satu negara yang cukup sering mengundang Presiden Indonesia. Menurut Prabowo, tidak baik jika undangan tersebut tidak dipenuhi. Namun ia juga mencatat sering melakukan kunjungan ke Prancis, Inggris, Turki, negara-negara Arab seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar, serta ke Tiongkok dan Jepang.
Prabowo menjelaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan Rusia karena negara itu memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, antara lain sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, memiliki wilayah yang luas, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.
Menjaga Kedaulatan di Tengah Tekanan Global
Melalui rangkaian pernyataannya, Prabowo ingin menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada tekanan pihak mana pun. Kebijakan tegas yang diambil pemerintah, termasuk dalam menindak praktik ekspor ilegal, merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas nasional harus dijaga bersama. Propaganda yang menyebar di media sosial dinilai dapat mengancam persatuan jika tidak direspons dengan literasi informasi yang baik. Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima.
Dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berupaya tetap menjadi aktor yang diperhitungkan di kancah global tanpa harus kehilangan jati diri sebagai negara non-blok. Prabowo menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Pada akhirnya, pernyataan Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mundur menghadapi tekanan, baik dari dalam maupun luar negeri. Bagi mereka yang merasa Indonesia suram, pesan Presiden jelas: silakan mencari negara lain. Namun bagi yang percaya pada potensi bangsa, saatnya bersatu menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah gejolak dunia.








