Fokus Jepara – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah mengeluarkan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial mengenai “Reformasi Jilid 2” untuk Agustus 2026. Video tersebut, menurut Mahfud, adalah hoaks karena telah disalahgunakan dari konteks aslinya.
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya potongan video di media sosial yang mengeklaim dirinya menyampaikan pesan terbuka mengenai “Reformasi Jilid 2” untuk Agustus 2026.
Video yang beredar tersebut merupakan rekaman lama yang sengaja dimunculkan kembali oleh pihak-pihak tertentu untuk memberikan kesan seolah-olah dirinya sedang menanggapi situasi politik saat ini.
Mahfud MD menjelaskan bahwa video tersebut merupakan pernyataan lama yang dibuat pada 30 Agustus 2025 untuk merespons demonstrasi yang mengakibatkan bentrok antara massa dan aparat.
Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi informasi di tengah derasnya arus komunikasi di media sosial. “Bijaklah dalam menyaring informasi dan selalu periksa konteks serta tanggal rilis aslinya!” tambahnya.
Menurut Mahfud MD, masyarakat harus selalu memverifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak jelas sumber maupun waktu pembuatannya.
Hal ini menjadi penting dalam menghadapi situasi politik saat ini, di mana informasi yang tidak benar dapat dengan mudah menyebar dan mempengaruhi opini masyarakat.
Oleh karena itu, Mahfud MD mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan bijak dalam menyaring informasi, serta tidak terpengaruh oleh konten yang tidak jelas atau provokatif.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh hoaks atau informasi yang tidak benar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
