Fokus Jepara – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menghentikan seluruh perdagangan AS dengan Spanyol. Hal ini disebabkan karena Spanyol tidak memenuhi komitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035, seperti yang diminta oleh NATO.
Trump menyebut Spanyol sebagai mitra yang buruk dalam aliansi NATO dan mengatakan bahwa AS tidak ingin lagi berurusan dengan Spanyol. Ia juga memerintahkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan bilateral.
Namun, dalam sebuah perkembangan terbaru, Trump mengatakan bahwa Spanyol telah berbalik arah sepenuhnya setelah ia mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan. Spanyol dilaporkan telah setuju untuk membayar dalam jumlah besar, yang membuat Trump menyebut Spanyol sebagai “sangat dermawan”.
Sementara itu, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. AS dan Iran saling melancarkan serangan, yang membuat peluang tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara semakin jauh.
Di sisi lain, Trump juga melakukan langkah-langkah untuk memperkuat hubungan AS dengan Suriah. Ia bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa dan memuji Al-Sharaa sebagai sosok yang telah melakukan pekerjaan fantastis dalam menyatukan Suriah. Trump juga mengumumkan bahwa AS akan menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme dan memperbolehkan perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di Suriah.
Dengan demikian, kebijakan luar negeri Trump terus menjadi sorotan, terutama dalam hubungannya dengan Spanyol, Iran, dan Suriah. Apa yang akan terjadi selanjutnya masih belum dapat diprediksi, namun yang jelas adalah bahwa keputusan Trump akan memiliki dampak yang signifikan pada hubungan internasional.








