Fokus Jepara – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) masih menunggu keputusan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait peluang timnas bola voli putra dan putri tampil di Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September mendatang.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengatakan pihaknya telah mengirimkan daftar panjang (long list) pemain untuk kebutuhan pembentukan tim nasional. Namun, kepastian pengiriman tim masih menunggu kebijakan dari NOC Indonesia yang saat ini tengah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi anggaran.
“Kami menyadari bahwa ada keterbatasan anggaran, jadi ini lagi efisiensi atau bagaimana, yang pasti kami perlu diberi kepastian dan meski begitu, long list nama pemain kami sudah kirim, baik untuk timnas putra maupun putri,” kata Imam Sudjarwo.
Imam menegaskan PBVSI tidak akan mengalami kesulitan dalam mempersiapkan tim apabila nantinya mendapat lampu hijau untuk tampil di Asian Games 2026. Menurutnya, mayoritas pemain yang masuk dalam proyeksi tim nasional saat ini sudah menjalani program pembinaan dan aktif mengikuti berbagai kompetisi sehingga kondisi mereka tetap terjaga.
Sementara itu, timnas bola voli putri Indonesia akan lebih dulu menghadapi agenda internasional dalam ajang AVC Women’s Volleyball Cup 2026 yang berlangsung di Candon City Arena, Filipina, pada 6-14 Juni 2026. Pada turnamen tersebut, PBVSI memasang target timnas putri mampu menembus minimal empat besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi di level Asia.
Di sisi lain, PBVSI telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 24/Skep/PP-PBVSI/V/2026 yang mengatur secara spesifik perihal mekanisme peminjaman pebola voli serta penetapan batas tertinggi upah kerja dalam kompetisi Proliga. Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak profesionalitas sekaligus daya saing dalam kancah olahraga voli nasional.
Regulasi teranyar ini diterbitkan guna mengatur secara spesifik perihal mekanisme peminjaman pebola voli serta penetapan batas tertinggi upah kerja dalam kompetisi Proliga. Melalui aturan ini, pihak manajemen menghendaki adanya transparansi dan asas keadilan yang jelas bagi seluruh klub peserta.
Berbeda dengan itu, Saddil Ramdani akhirnya mendapat kesempatan kembali untuk membela Timnas Indonesia. Setelah cukup lama tidak tampil bersama Skuad Garuda, namanya kini tercantum dalam daftar pemain yang dipilih pelatih John Herdman untuk FIFA Matchday pada Juni 2026.
Pemanggilan ini menjadi sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pemain berusia 27 tahun tersebut. Terakhir kali, Saddil memperkuat Timnas Indonesia pada Januari 2024 di bawah arahan Shin Tae-yong.
Kembalinya Saddil ke Timnas tidak terlepas dari konsistensinya dalam menjaga performa di level klub. Winger dari Persib Bandung ini terus menunjukkan kualitas permainannya selama dua musim terakhir, yang akhirnya membawanya kembali mendapatkan kepercayaan di pentas internasional.
Kesimpulan, tim nasional bola voli putra Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Asian Games 2026, sementara timnas putri Indonesia akan menghadapi agenda internasional dalam ajang AVC Women’s Volleyball Cup 2026. PBVSI juga telah mengeluarkan regulasi terbaru untuk mendongkrak profesionalitas dan daya saing dalam kompetisi Proliga.








