Fokus Jepara – Oulu, sebuah kota di utara Finlandia, telah menjadi sorotan karena upaya menghadapi perubahan iklim. Kota ini telah memulai proyek ‘Climate Clock‘ yang merupakan sebuah jalur seni permanen yang melibatkan tujuh seniman internasional untuk menciptakan karya-karya yang merefleksikan perubahan iklim dan persepsi waktu.
Proyek ini diluncurkan sebagai bagian dari Oulu2026, sebuah program tahunan yang menandai status Oulu sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa 2026. Jalur seni ini membentang di seluruh kota, dari hutan, sungai, pantai, lingkungan perkotaan hingga situs warisan budaya.
Salah satu karya yang menarik adalah ‘No. 1574 Stone’ oleh Rana Begum, yang terdiri dari serpihan granit dan marmer yang dipotong untuk menyerupai es yang pecah. Karya ini dilengkapi dengan cat perak yang mengkilap, yang mengingatkan pada gletser yang mencair.
Proyek ‘Climate Clock’ ini juga melibatkan komunitas lokal dalam proses penciptaan karya-karya seni. Takahiro Iwasaki, seorang seniman Jepang, telah menciptakan sebuah karya yang terinspirasi dari sejarah pembuatan tar di daerah tersebut. Karyanya berupa sebuah tong tar raksasa yang diisi dengan kristal salju.
Oulu, yang terletak di dekat Lingkaran Arktika, mengalami pemanasan global yang lebih cepat daripada rata-rata global. Proyek ‘Climate Clock’ ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan pentingnya mengambil tindakan untuk menghadapinya.
Di samping proyek ‘Climate Clock’, Oulu juga menjadi tuan rumah bagi berbagai acara budaya dan seni lainnya. Kota ini menawarkan berbagai pengalaman yang unik, dari festival musik hingga pameran seni.
Dalam beberapa tahun terakhir, Oulu telah berkembang menjadi sebuah kota yang dinamis dan inovatif, dengan fokus pada teknologi, pendidikan, dan kebudayaan. Kota ini telah menjadi magnet bagi penduduk muda dan wisatawan yang tertarik dengan keindahan alam, sejarah, dan budaya Finlandia.
Untuk menghadapi perubahan iklim, Oulu telah mengambil langkah-langkah konkrit, seperti mengembangkan sumber energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi energi. Kota ini juga telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, Oulu telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi sebuah kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan proyek ‘Climate Clock’ dan berbagai inisiatif lainnya, kota ini telah menjadi contoh bagi kota-kota lain di seluruh dunia untuk menghadapi perubahan iklim dengan cara yang kreatif dan inovatif.






