Fokus Jepara – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meluncurkan inovasi Lontara+ sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan publik, komunikasi pemerintahan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Lontara+ merupakan aplikasi yang tidak hanya dikembangkan sebagai layanan, tetapi juga sebagai fondasi ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan bahwa Lontara+ saat ini telah digunakan oleh sekitar 78 ribu pengguna aktif dan ditargetkan menjangkau 500 ribu pengguna pada 2029. Ia menekankan bahwa aplikasi tersebut memungkinkan pemerintah untuk mendeteksi potensi persoalan sejak dini dan merespons setiap isu sebelum berkembang menjadi krisis komunikasi publik yang lebih besar.
Salah satu pengembangan penting dalam Lontara+ adalah integrasi layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kini telah berjalan penuh melalui aplikasi tersebut. Inovasi ini menjadi salah satu proyek percontohan Kementerian PAN-RB dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun ini.
Pemkot Makassar juga menggunakan media sosial sebagai sistem peringatan dini untuk menangkap keluhan, masukan, dan dinamika yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, pemerintah dapat merespons setiap isu dengan cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi krisis komunikasi publik yang lebih besar.
Selain itu, Pemkot Makassar juga memberi perhatian khusus terhadap keberadaan akun-akun informasi lokal yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Akun-akun tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan informasi pemerintah dan membangun pola komunikasi yang lebih kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan ekosistem digital lokal.
Dalam konteks ini, Pemkot Makassar berupaya membangun ketahanan informasi, memperkuat kapasitas komunikasi pemerintah, dan mendorong pelayanan publik yang lebih responsif di era digital. Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih efektif.
Kesimpulan, Pemkot Makassar telah meluncurkan inovasi Lontara+ sebagai upaya memperkuat layanan publik, komunikasi pemerintahan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih efektif.








