Fokus Jepara – Masyarakat Adat 6 Luhah Sungai Penuh telah menyambut dengan gembira bambu Karamentang sepanjang 30 meter sebagai simbol persatuan dan kebesaran adat, jelang acara Kenduri Sko yang akan segera digelar.
Penyambutan bambu Karamentang ini merupakan bagian dari tradisi adat Kerinci yang sangat penting, di mana Karamentang dianggap sebagai lambang marwah adat, kehormatan para depati, ninik mamak, pemangku adat, dan seluruh masyarakat yang tergabung dalam wilayah adat.
Karamentang yang dibangun oleh masyarakat 6 Luhah Sungai Penuh ini juga memiliki makna yang mendalam. Ia bukan hanya tiang adat yang menjulang tinggi, tetapi juga lambang tegaknya marwah negeri, kuatnya persaudaraan, dan kokohnya warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Kenduri Sko adalah upacara adat yang mencakup pengukuhan gelar depati dan pemangku adat, pembersihan pusaka, doa keselamatan negeri, serta ungkapan rasa syukur atas keberkahan yang diberikan Tuhan kepada masyarakat. Lagu Yamule yang mengiringi arak-arakan bambu Karamentang turut menambah nilai sakral prosesi tersebut.
Dengan demikian, penyambutan bambu Karamentang oleh masyarakat Adat 6 Luhah Sungai Penuh ini merupakan wujud nyata dari persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Kerinci.






